Mengapa Rasulullah Anjurkan Kurma untuk Berbuka Puasa?

Mengapa Rasulullah Anjurkan Kurma untuk Berbuka Puasa

Mengapa Rasulullah Anjurkan Kurma untuk Berbuka Puasa

“Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, dengan tamr dan jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.”
 -HR. Ahmad-
Rasulullah Saw berbuka dengan beberapa buah kurma sebelum melaksanakan shalat. Hal ini merupakan cara pengaturan yang sangat teliti, karena puasa itu mengosongkan perut dari makanan sehingga liver (hati) tidak mendapatkan suplai makanan dari perut dan tidak dapat mengirimnya ke seluruh sel-sel tubuh.
Padahal rasa manis merupakan sesuatu yang sangat cepat meresap dan paling disukai liver (hati) apalagi kalau dalam keadaan basah. Setelah itu, liver (hati) memproses dan melumatnya serta mengirim zat yang dihasilkannya ke seluruh anggota tubuh dan otak.
Air adalah pembersih bagi usus manusia dan itulah yang berlaku alamiyah hingga saat ini.
Imam Ibnu Qayim rahimahullah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berkata : “Cara Nabi Saw yang berbuka dengan kurma atau air, mengandung hikmah yang sangat mendalam sekali. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apapun. 
Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai dengan liver (hati) yang dapat disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air.
Karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke liver (hati) dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama sekali kurma masak yang masih segar. 
Liver (hati) akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini sekalihus juga dapat langsung diproses menjadi energi. 
Kalau tidak ada kurma basah, kurma kering pun baik, karena mempunyai kandungan unsur gula yang tinggi pula. 
Bila tidak ada juga, cukup beberapa teguk air untuk mendinginkan panasnya lambung akibat puasa sehingga dapat siap menerima makanan sesudah itu”
Kurma lebih unggul dari makanan lain yang mengandung gula. 
Hal ini juga didukung bukti, yaitu segelas air yang mengandung gulkosa akan diserap tubuh dalam waktu 20 – 30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45 – 60 menit. 
Maka, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan ini juga kaya dengan serat.
Begitulah hal – hal yang bermanfaat dibalik kebaikan mengikuti Sunnah Rasulullah Saw, Yuk sebarkan kebaikan melalui ilmu yang bermanfaat dengan klik tombol bagikan di bawah ini untuk saling berbagi kebaikan .
Oleh : Ustadz Abu Kayissa Zaki
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s